Sejarah Screen Mirroring Share Screen – Pada saat ini ada banyak sekali hasil perkembangan teknologi yang sudah kita gunakan dan nikmati dalam aktifitas sehari-hari di berbagai perangkat elektronik. Seperti salah satunya fitur teknologi Screen Mirroring, Wireless Casting, atau Share Screen yang kini bisa digunakan pada berbagai perangkat, mulai dari Android, PC, dan lainnya.
Sebelum fitur tersebut menjadi teknologi yang kita kenal sekarang, ternyata ada sejarah panjang bagaimana Screen Mirroring pertama kali dikembangkan. Seperti awal mula pengajuan mengembangkan fitur tersebut, perusahaan teknologi mulai menciptakan fitur sendiri di produk mereka, dan kini sudah bisa digunakan pada banyak perangkat tidak terbatas hanya pada beberapa perangkat saja.
Sejarah Fitur Screen Mirroring yang Harus Kalian Ketahui Saat Ini

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan informasi mengenai bagaimana sejarah fitur teknologi Screen Mirroring pertama kali dikembangkan dari awal sampai menjadi fitur yang digunakan banyak orang sekarang. Informasi ini berdasarkan kumpulan informasi dari berbagai sumber membahas sejarah penting dari Screen Mirroring.
Seperti apa awal mula sejarah Screen Mirroring?
Apa Itu Screen Mirroring?

Screen Mirroring atau Wireless Casting atau biasa disebut juga sebagai Share Screen merupakan teknologi yang memproyeksikan konten yang ada pada layar perangkat mobile seperti Smartphone dan Tablet ke perangkat dengan layar yang lebih besar, seperti TV, Monitor, Proyektor, dan lainnya.
Fitur ini melibatkan 2 faktor agar bisa bekerja, yaitu adanya perangkat sebagai pengirim dan penerima yang bisa terhubung satu sama lain pada jaringan yang sama.
Pada beberapa perangkat mobile memiliki protokol yang sangat bergantung untuk bisa menjalankannya, seperti Miracast, AirPlay milik Apple, dan penggunaan teknologi berbasis dari Digital Living Network Alliance (DLNA).
Awal Sejarah Screen Mirroring Sampai Sekarang

Kalian mungkin ada yang mengira fitur Screen Mirroring tercipta pertama kali pada awal era dimana perangkat gadget Smartphone diciptakan atau mulai populer di dunia. Ternyata kalian salah.
Sejarah awal fitur ini diciptakan memiliki proses yang panjang dimana tidak hanya melibatkan satu perusahaan saja. Pada awalnya Screen Mirroring dibuat sebagai bagian dari evolusi perkembangan protokol berbasis wireless. Bahkan awal mula fitur tersebut diajukan, Screen Mirroring memiliki fungsi yang berbeda dari yang kita kenal saat ini.
Tahun 2003-2010

Semua berawal pada tahun 2003 dimana sebuah aliansi perusahaan teknologi bernama Digital Living Network Alliance menginisiasikan ke banyak perusahaan untuk meluncurkan sebuah sistem teknologi baru. Aliansi tersebut melibatkan banyak perusahaan besar, seperti Sony, Microsoft, dan juga Intel.
Pada saat itu, mereka memperkenalkan semacam protokol teknologi yang menjadi pondasi dari fitur Media Sharing dan berpengaruh besar terhadap pengembangan Screen Mirroring.
Protokol yang diperkenalkan memiliki fungsi utama sebagai remote untuk memutar audio, menampilkan gambar, dan video melalui jaringan. Untuk beberapa tahun selanjutnya, banyak hal terjadi setelah teknologi tersebut berhasil melibatkan ke berbagai perusahaan besar.
Seperti pada tahun 2004 dimana mereka merilis semacam Guideline yang menjadi standar untuk fitur remote. Guideline tersebut berisi tentang cara perangkat dari berbagai produsen bisa saling terhubung dengan konten multimedia melalui jaringan yang sama.
Lalu sepanjang tahun 2005, perusahaan teknologi mulai mengimplementasikan fitur berbasis DLNA tersebut ke perangkat-perangkat perusahaan, seperti TV, komputer, pemutar musik, konsol game, dan lainnya.
Kemudian pada tahun 2006, versi terbaru protokol guideline DLNA 1.5 tercipta bersamaan dengan penerapan fitur remote merambah ke perangkat lain, seperti mobile dan printer.
Pada tahun 2007-2008, penerapan DLNA mulai menyebar lebih luas pada berbagai macam perangkat milik perusahaan teknologi dan bahkan menjadi standar utama mereka.
Di tahun 2009, penerapan DLNA semakin disempurnakan dalam interoperabilitas yang mencakup memiliki fitur mulai dari device discovery, kontrol perangkat, distribusi media, manajemen media, dan juga perlindungan hak cipta (DRM).

Lalu pada tahun 2010, perusahaan Apple mengenalkan teknologi mereka sendiri bernama AirPlay yang mampu menjalankan streaming audio dan video secara wireless untuk konsumen produk mereka. Dan AirPlay mengenalkan fungsi AirPlay Mirroring pada tahun 2011 dimana menghadirkan fitur pengguna bisa sharing layar pada perangkat iPhone dan iPad mereka secara wireless ke layar lebih besar, seperti TV.
Penemuan tersebut disebut-sebut sebagai awal penanda dimana konsumen bisa menikmati fitur teknologi dari Screen Mirroring seperti yang kita kenal sekarang.
Di tahun yang sama, DLNA menjadi salah satu tiang utama yang memiliki peran penting dalam protokol guideline yang bernama Protected Streaming Guidelines yang kemudian diadopsi sebagai standar internasional oleh pihak International Electrotechnical Commission (IEC).
Diketahui standar tersebut menggunakan teknologi DTCP-IP (Digital Transmission Content Protection over Internet Protocol) untuk melindungi konten publik yang dibagikan melalui jaringan lokal dari pembajakan atau distribusi tidak sah.
Sementara itu, DLNA pun berkembang menjadi organisasi dengan lebih dari 200 perusahaan anggota yang berpartisipasi dalam pengembangan standar interoperabilitas pada perangkat digital.
Tahun 2012

Pada tahun 2012, sebuah aliansi bernama Wi-Fi Alliance mengenalkan sebuah standar dalam membagikan layar pada perangkat lewat teknologi Wi-Fi bernama Miracast. Teknologi tersebut tidak jauh berbeda dengan AirPlay milik Apple, bedanya Miracast bisa digunakan pada perangkat non-Apple, yaitu Android dan Windows.
Sementara itu perusahaan lain bernama Barco juga mengenalkan produk sharing secara wireless pada perangkat dengan satu tombol yang diberi nama sebagai ClickShare.
Dari tahun 2012 sampai beberapa tahun selanjutnya menjadi era dimana perusahaan berlomba-lomba melakukan “Kolaborasi Wireless” yang menjadi trending di pasar industri teknologi.
Tahun 2018 dan Seterusnya

Pada tahun 2018, banyak perusahaan teknologi mulai mengembangkan lebih lanjut fitur Screen Mirroring mereka. Seperti bagaimana Apple merilis AirPlay 2 di iOS 11.4 pada tahun 2018 yang menambah berbagai fitur peningkatan dari versi sebelumnya.
Sementara itu perusahaan lain seperti Google juga tidak mau kalah dengan pengembangan teknologi Screen Mirroring mereka. Google memanfaatkan fitur tersebut pada produk-produk teknologi mereka yang berfokus pada produktivitas, privasi, dan kolaborasi dengan perangkat dari perusahaan lain, seperti Google Cast dan Smart TV.
Pesatnya perkembangan dalam teknologi Screen Mirroring mulai memasuki tahap dimana fitur bisa lebih mudah diakses oleh pengguna pada berbagai perangkat di tahun 2018 dan 2019. Hal ini mencakup mulai dari:
- Miracast menjadi semacam standar untuk Smart TV dan Smartphone berbasis Android.
- Samsung, Xiaomi, Huawei, OPPO, dan Vivo mulai mengintegrasikan fitur Screen Mirroring langsung ke sistem perangkat gadget mereka.
- Fokus industri mulai bergeser dari sekadar menangkap layar perangkat ke perangkat lain dengan layar lebih besar menjadi pengalaman streaming yang lebih efisien melalui teknologi casting.
- Dan masih banyak lagi.
Kemudian di tahun 2020 dan 2021 terjadi peningkatan yang sangat tinggi terhadap penggunaan fitur Screen Mirroring bagi banyak orang dari berbagai kalangan umur dan profesi pekerjaan. Itu karena kondisi pandemi COVID-19 yang mengharuskan orang-orang bekerja dari rumah dan mengurangi interaksi secara langsung agar bisa menghindari penyebaran virus pada saat itu.
Pada tahun-tahun tersebut, berbagai perusahaan seperti Zoom, Google Meet, Discord, dan lainnya berusaha meningkatkan layanan fitur Screen Mirroring atau dalam hal ini Share Screen agar pengguna bisa nyaman menggunakannya.
Selain itu sistem MediaProjection API Android semakin banyak digunakan oleh berbagai aplikasi pihak ketiga untuk membagikan layar perangkat yang bekerja secara real-time.
Setelah masa pandemi selesai, masih banyak orang menggunakan fitur layanan tersebut dalam pekerjaan maupun dalam aktifitas belajar bagi murid sekolah ataupun mahasiswa kuliah.
Pihak perusahaan pun mulai melakukan berbagai macam optimalisasi terhadap teknologi Screen Mirroring mereka, seperti dukungan resolusi layar meningkat dari 1080p menjadi 4K, transmisi latensinya yang terus berkurang, dan masih banyak lagi.
Itulah informasi mengenai sejarah Screen Mirroring, Wireless Casting atau biasa disebut juga sebagai Share Screen dari awal sampai sekarang. Semoga informasi ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















